Refleksi 2021

Seperti biasa, di blog Crystadoodles ini, salah satu ritual yang selalu gue lakukan setiap tahun adalah menulis refleksi kejadian-kejadian menarik yang terjadi di tahun tersebut. Kali ini giliran gue menulis refleksi diri selama tahun 2021. Apa saja kejadian-kejadian unik yang terjadi dalam hidup gue selama satu tahun ini, dan apa yang berubah dalam diri gue dalam satu tahun (jika ada).

Nggak banyak yang berubah…

Untuk gue, tahun 2021 adalah tahun 2020 yang diperpanjang, alias nggak banyak yang berubah. Gimana mau ada perubahan, kalau dunia masih aja mandek dengan panini tak berujung seperti ini? Walaupun tahun ini sudah ada ikhtiar mengakhiri panini berupa vaksin, namun sepertinya kita memang harus menyadari bahwa kita harus tetap hidup bersama panini, paling tidak hingga tahun depan.

Sejak bulan Januari hingga (kurang lebih) Juni 2021, benar-benar nggak ada yang berubah banyak dari gue. Setengah tahun 2021 gue habiskan dengan bekerja di rumah, thank you, lockdown! Pada bulan April, pemerintah Belanda mulai memberikan sedikit ruang gerak bagi masyarakat, lagi-lagi karena vaksin, namun seakan skenario ini sudah direncanakan sebelumnya karena keleluasaan itu hanya bertahan sepanjang separuh musim semi hingga akhir musim panas.

Mulai lirik-lirik pekerjaan baru

Di bulan April 2021, gue mendapatkan sebuah pesan LinkedIn dari seorang rekruter. Rekruter ini menemukan profil gue, dan menurut dia, gue cocok untuk salah satu lowongan pekerjaan. Dari percakapan dengan rekruter itu lah gue mulai iseng-iseng mencari lowongan di perusahaan lain.

Awalnya sih karena iseng saja dan ingin mencari tahu tentang nilai jual skill gue di pasaran. Sepanjang bulan April hingga September, gue mengikuti berbagai wawancara untuk posisi Content Creator/Writer di berbagai perusahaan dengan beragam industri. Untungnya normalisasi WFH, gue jadi biasa mengikuti wawancara saat makan siang atau setelah jam kerja. Beberapa kali gue ambil jatah cuti untuk wawancara tatap muka.

Lama-lama keterusan, dan per September/Oktober 2021, gue memutuskan untuk fokus mencari kerja untuk pindah kantor. Keputusan ini sebenarnya diambil secara tidak mudah. Singkat cerita, perlahan gue merasa bahwa keinginan kantor dengan fungsi gue mulai berubah dari apa yang gue inginkan dari karir gue. Daripada gue memaksa diri berubah mengikuti kemauan kantor, lebih baik gue cari pekerjaan di tempat lain yang mempunyai semangat yang sama dengan diri gue.

Perjalanan gue mencari pekerjaan baru membuahkan hasil. Beberapa hari lalu gue mendapatkan tawaran kerja di sebuah agensi digital marketing! Tentunya ini adalah tantangan baru untuk gue, karena untuk pertama kalinya gue akan bekerja di sektor B2C. Per Februari tahun depan, gue akan pindah kantor! Yey! (Sekarang saatnya mikir gimana caranya break the news ke bos gue di hari pertama kerja bulan Januari 2021, tapi itu dipikirin nanti aja, deh).

(Akhirnya) bisa jalan-jalan lagi

Bulan September tahun ini dipenuhi dengan dua minggu penuh vakansi ke tiga negara: Irlandia, Italia, dan Rumania. Mungkin ini efek setahun setengah ngga bisa kemana-mana kali ya, jadi berasa FOMO (fear of missing out) banget. Hasil dari FOMO itu justru ngga baik. Walaupun gue menikmati liburan gue, tapi semuanya serba terburu-buru, dan merasa harus melihat ini itu, jadi ngga bisa rileks. Pulang liburan, gue malah lebih panik lagi melihat tagihan kartu kredit yang melonjak drastis, karena sepanjang liburan mikirnya “Ah beli ini, itu, mumpung lagi liburan”.

Tahun depan gue pingin jalan-jalan lagi, tapi pingin lebih santai, ah.


Ternyata walaupun 2021 ibarat perpanjangan tahun 2020, gue masih mengalami beberapa kejadian spesifik juga, ya?! Tahun 2022 gue nggak berharap yang muluk-muluk karena gue nggak percaya resolusi. Yang penting gue tetap sehat, pekerjaan dan hidup pribadi lancar, dan gue tetap bisa jalan-jalan. Tahun 2022 gue masih belum mau punya anak karena belum terpanggil menjadi ibu. Dan tahun 2022 gue berencana untuk mengganti kewarganegaraan, yang ini butuh persiapan matang baik jasmani, rohani, dan finansial. Semoga tercapai!

1 komentar pada “Refleksi 2021”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.