The Little O

Setelah dua tahun berusaha untuk menghindar, akhirnya gue jatuh juga. Sejak Kamis minggu lalu (29 Maret), gue dinyatakan positif COVID-19. Ketika gue menulis entri ini, adalah hari kelima gue positif COVID-19, tepatnya varian Omicron (O micron = O huruf kecil, hence the title). Mumpung gue sedang merasa agak lebih baik, gue bisa bercerita sedikit tentang apa saja yang gue rasakan seminggu terakhir ini.

Kena COVID-19 varian Omicron dari mana?

Sejujurnya, gue nggak tahu jelas, karena sebelum dinyatakan positif, gue merasa nggak terpapar oleh siapapun. Walaupun begitu, hari Senin minggu kemarin, gue pergi seharian dengan montir kantor. Sepanjang perjalanan, dia memang batuk-batuk dan bersin terus, tapi dia mengaku “ini bukan COVID, kok”.

Di hari yang sama, selepas bekerja dengan montir, gue diajak makan malam di rumah ibu mertua. Di rumah beliau, ada juga seorang temannya, yang ternyata punya anak dewasa yang positif COVID (walaupun dia dinyatakan negatif).

Bisa jadi si montir itu berbohong atau sebenarnya teman ibu mertua gue itu dapat hasil false negative. Tapi ya sudah lah, begitu gue dapat diagnosa positif itu, gue ngga mau menyalahi siapa-siapa karena nggak ada gunanya.

Omicron bukan hanya “gejala ringan”

Gejala awal gue adalah sakit tenggorokan. Sejak hari Rabu pagi (30 Maret), gue merasa tenggorokan gue agak seret. Semakin lama semakin sakit, seperti disayat-sayat pisau. Untuk jaga-jaga, gue langsung daftar PCR gratis dari pemerintah. Gue dijadwalkan tes PCR keesokan paginya.

Keesokan harinya, gue pergi ke tempat tes PCR, kemudian pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan makanan. Saat itu, sakit tenggorokan sudah semakin parah, tapi anehnya kalau gue menelan malah nggak begitu sakit, makanya gue masih lancar makan dan minum.

Sore harinya gue cek email dan hasil tes PCR sudah bertengger di Inbox. Haiyaaaa, ternyata positif. Nggak sedih sih, rasanya hanya “Oh…” gitu. Lega. Langsung gue kabari teman-teman blogger yang sempat ketemuan di hari Sabtu, kabari bos yang sempat berinteraksi langsung dengan gue di hari Selasa, dan gue juga mengabari suami. Gue suruh dia tes PCR. (Hasilnya? Negatif.)

Dapat informasi seperti ini kalau di Belanda.

Sepanjang Kamis malam hingga Sabtu malam, hidup sungguhlah menderita. Kata siapa gejala Omicron itu ringan? Bohong tuh! Ini dia beberapa gejala Omicron yang gue alami secara dahsyat selama seminggu belakangan.

Nyeri sendi

Nyeri di persendian tangan dan kaki adalah salah satu keluhan utama gue. Nyeri sendi ini sifatnya berkelanjutan dan hilang lalu muncul di saat yang berbeda. Setelah beberapa hari, gue lihat polanya muncul di pagi hari dan hilang sebelum jam makan siang. Rasanya sakit sekali dan seolah-olah badan gue ini kaku banget. Kayak gimana ya… rasanya kayak dipukulin orang atau kayak habis olahraga berjam-jam di gym.

Capek

Gue juga ngerasa capek, baik itu capek fisik maupun mental. Ketika gue bangun dari tidur siang, bukannya merasa segar, malah merasa capek. Demikian pula capek mental. Beberapa hari ini, gue mengalami brain fog, alias susah banget berkonsentrasi. Mau ngomong aja rasanya lama banget karena seperti ada kabel yang korslet yang menghubungkan otak dan mulut.

Sakit kepala

Selama beberapa hari ini, gue juga sering sekali sakit kepala. Biasanya, sakit kepala ini muncul bersamaan dengan tekanan dari hidung mampet. Udah gitu kan gue ada kecenderungan migrain dan sakit kepala sinus. Jadi kalau hidung sedang mampet banget, sakit kepalanya benar-benar menyiksa diri. Sudah minum obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen kadang hanya mempan sebentar aja.

Hidung mampet berkepanjangan

Hal ini adalah hal yang paling mengganggu dari semua gejala Omicron yang gue alami. Hidung mampet ini muncul di hari kedua, sekitar hari Jumat sore. Sejak hari itu sampai hari Minggu, hampir seharian penuh hidung gue mampet seperti ada banyak ingus. Anehnya, ketika bersin, ngga ada ingus yang keluar. Kalaupun ada, warnanya bening dan jumlahnya sedikit. Tapi hidung mampet ini sukses bikin kepala sungguh berasa nggak enak. Kalau sudah begini, biasanya gue minum ibuprofen atau paracetamol pakai kafein lalu gue bawa istirahat aja. Ya ngga bisa ngapa-ngapain juga.

Bagaimana kabar hari ini?

Gue kira hari ini (Senin, 4 April) kondisi gue akan membaik karena kemarin sudah cukup mendingan, bahkan sudah bisa main game beberapa jam. Tapi kenyataan berkata lain. Pagi hari gue sudah merasa lebih enak, eh… siangnya si migrain muncul lagi. Setelah makan siang, gue minum obat dan tidur. Sore hari saat melanjutkan tulisan ini, gue merasa agak capek, tapi bisa berkonsentrasi sedikit.

Sejujurnya, gue sudah mulai merasa was-was. Gue takut butuh waktu cukup lama untuk gue kembali normal. Inginnya sih besok mulai WFH lagi walaupun kerja sedikit-sedikit. Sejauh ini, kantor masih belum berkata apa-apa, bahkan manager gue pun nyuruh gue untuk “take it easy”. Tapi gimana ya… sudah terlanjur cepat cemas soal pekerjaan. Otak juga sudah kepingin cepat kerja, tapi masih sulit berkonsentrasi.

Semoga gue bisa cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Isolasi mandiri karena positif COVID sungguh nggak enak!

9 komentar pada “The Little O”

  1. hi Crys, cepat sembuh ya.

    Gejala itu keknya berbeda tiap2 orang sih, ada yang kena parah banget (kolegaku ada yang sampe muntah2 segala), dan aku cuman sakit tenggorokan aja. Semoga cepet pulih lagi. Jujur aku merasa lega kena omicron dah January lalu sebelum restriksi dibuka bebas, karena banyak banget orang dimana2 setelah itu. Bahkan kemarin di London museum2 tuh sampe padat banget, di tube juga, klo belum kena corona pasti aga2 ngeri deh.

    Suka

    1. Makasih banyak, mbak. Ni aku coba kerja sedikit-sedikit, ga ngoyo banget, karena masih berasa capek. Jadi cuma sekedar baca2 email atau baca2 bahan kerjaan aja. Meeting pun ada beberapa yang gak aku ikutin.

      Soal muntah, ada tuh temenku yang sampe muntah2. Aku juga merasa separuh lega karena akhirnya kena corona juga setelah 2 tahun berhasil kabur, tapi ga enaknya ya udah semingguan ini aku di rumah aja. Mending di rumah aja tapi ga sakit, lah ini di rumah aja tapi sakit tu membosankan.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Semoga hari ini makin membaik ya Crys. Kena Corona itu memang harus istirahat total. ga bisa ditawar itu. Begitu sakitnya masih nanggung recoverynya, dia akan gampang balik lagi. Jadi yang benar – benar mengistirahatkan pikiran dan badan.

    Suka

    1. Makasih mbak. Bener2 aku istirahat banget. Kerja tu kayak dikit2 aja gitu biar nyicil2. Soalnya masih berasa suka capek hilang terus muncul. Nyebelin banget memang.

      Suka

  3. Eh sudah ganti dot com ya baru sadar setelah blogwalking ke blog mbak Yo. Memang gejala tiap orang berbeda. Semoga cepat sembuh dan bisa aktif kembali

    Suka

Tinggalkan Balasan ke kutubuku Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.