Mengurus Rekening Bank di Belanda

Beberapa disklaimer sebelum kamu membaca tulisan ini lebih lanjut:

  1. Selama tujuh tahun belakangan, gue punya pengalaman dengan tiga bank: Rabobank, ING, dan bank online Wise (dulu disebut dengan Transferwise).
  2. Pengalaman setiap orang mengurus rekening bank berbeda satu dengan yang lain. Jika kamu punya pertanyaan yang sangat spesifik, silakan tanya ke customer service bank yang dituju.

Siang tadi, sebuah pesan masuk ke DM Twitter gue. Seorang teman lama, yang bulan depan akan berangkat ke Belanda untuk melanjutkan studi, nanya-nanya tentang panduan memilih provider ponsel dan bank. Kemudian gue teringat, sepertinya gue belum nulis apa-apa tentang dua hal yang cukup krusial ini. Jadi makasih ya A, pertanyaan kamu bisa aku jadikan konten blog yang sudah agak berdebu :p

Tanpa ba-bi-bu lagi, gue akan menulis sekelumit kisah tentang mengurus rekening bank di Belanda. Apa saja yang harus dipersiapkan? Gimana cara ngurus rekeningnya? Apa saja perbedaan antara satu bank dengan yang lain? Lebih baik buka rekening di bank konvensional Belanda atau bank online? Semuanya akan dijawab di artikel ini.

Informasi umum tentang bank di Belanda

Secara garis besar, di Belanda ada dua jenis bank: bank konvensional dan belakangan ini bank online.

Di Belanda, ada tiga bank konvensional terbesar: ING, ABN Amro, dan Rabobank. Ada juga bank-bank lokal seperti ASN Bank, Triodos, Knab, dan SNS Bank. Sebagai pendatang, rata-rata kita akan dialihkan untuk membuat rekening bank di tiga bank besar diatas, karena lebih expat/immigrant-friendly dan banyak servis yang berbahasa Inggris.

Selain bank konvensional, beberapa tahun belakangan ada gerakan bank online. Berbeda dengan bank konvensional yang ada cabang fisik, untuk bank online kamu harus melakukan semua secara online lewat internet atau aplikasi ponsel. Dua bank online yang cukup terkenal disini adalah Bunq dan N26.

Kenapa kamu harus punya rekening bank di Belanda?

Well… karena kamu bakal tinggal disini?

Selain jawaban di atas, ini adalah beberapa alasan kenapa kamu harus punya rekening bank lokal.

Alasan pertama adalah untuk mempermudah keuangan kamu selama tinggal di Belanda. Beberapa tahun belakangan, banyak imigran yang pindah kesini yang sudah punya rekening bank sendiri dari negara asalnya (jika dia dari negara EU) atau rekening bank online yang bisa dipakai dimana-mana Bank online seperti ini memang lebih ringkas, tapi jika kamu belajar atau bekerja disini, tentunya akan lebih mudah untuk transfer, kirim uang, atau dapat gaji ke rekening bank lokal.

Alasan kedua adalah untuk mempermudah belanja sehari-hari dan birokrasi. Belanja ke supermarket, misalnya. Albert Heijn, salah satu merek supermarket besar di Belanda, hanya menerima kartu debit Maestro. Kebanyakan toko di Belanda menggunakan mesin kartu debit yang hanya bisa membaca kartu Maestro dan ngga jarang mereka menuliskan “no Mastercard/Visa” di toko mereka.

Jika kamu suka belanja online, alasan yang sama juga berlaku disini. Di Belanda, semua pembayaran kartu debit secara online dilakukan lewat satu portal yaitu iDeal. Jika kamu memilih sistem pembayaran lewat iDeal maka dia akan memberikan nama-nama bank yang bekerjasama dengan iDeal dan itu adalah nama-nama bank Belanda semua.

Apa yang harus kamu siapkan saat membuka rekening bank di Belanda?

Mungkin gue agak outdated karena terakhir kali gue bikin rekening secara fisik tuh sekitar tahun 2016. Walaupun begitu, inilah beberapa hal penting yang harus kamu bawa:

  • Bukti identifikasi yang sah (paspor, kartu identitas, atau dokumen resmi yang menyatakan kamu sedang menunggu kartu identitas untuk selesai)
  • Jika kamu kesini sebagai pelajar, bawa proof of enrollment dari kampus yang bersangkutan
  • Jika kamu kesini sebagai pekerja, bawa kontrak kerja dari kantor
  • Bukti bahwa kamu sudah mendaftarkan diri di gemeente dan mendapatkan dokumen BSN (semacam digit nomor KTP)

Terkadang, poin terakhir menjadi batu sandungan untuk seseorang membuka rekening bank baru. Kadang gemeente membutuhkan waktu lebih untuk menerbitkan BSN untuk pendatang baru. Ngga usah kuatir! Beberapa bank memperbolehkan kamu untuk buka rekening terlebih dahulu. Begitu sudah punya BSN, scan dokumennya bisa dikirim secara terpisah.

Jika kamu memilih untuk membuka rekening di bank konvensional, kamu nggak bisa ujug-ujug datang ke bank tersebut untuk bikin rekening. Pertama-tama, pergilah ke website bank tersebut untuk membuat janji terlebih dahulu. Ini adalah tahap yang cukup penting karena kalo kamu nggak bikin janji, biasanya nggak akan diladenin. Di hari-H, pergilah ke bank yang dituju dengan membawa dokumen-dokumen penting diatas.

Jangan pikir di Belanda kamu bisa pulang langsung dengan membawa buku tabungan dan kartu debit. Pertama-tama, disini kamu ngga punya buku tabungan. Semua transaksi bisa diakses lewat aplikasi bank dari ponselmu. Kamu akan pulang dengan membawa map berisi surat konfirmasi bahwa kamu sudah menjadi nasabah bank tersebut, dan ID dan password untuk mengakses portal bank dari komputer. Kedua, bank akan mengirimkan kartu debit dan PIN kartu debit secara terpisah. Bisa jadi kamu mendapatkan surat berisi kartu debit duluan, baru dapat surat berisi PIN beberapa hari kemudian. Setelah kamu mendapatkan kartu debit dan PIN, saatnya mengunduh aplikasi bank di ponsel untuk mendaftarkan kartu debitmu.

Aplikasi bank di ponsel

Aplikasi bank di ponsel adalah bank kamu sehari-hari. Dari sini kamu bisa ngecek saldo, transfer uang, bahkan dalam kasus ING, kamu juga bisa mendaftar kartu kredit, kartu debit ekstra, sampai servis ING lainnya lewat aplikasi.

Jika kamu butuh mencetak transaksi dalam rekening, kamu bisa lakukan ini lewat portal banking di komputer. Dalam kasus bank ING, aplikasi mereka juga digunakan sebagai alat verifikasi. Jadi, kalau kamu melakukan pembelian di internet, kadang kamu harus membuka aplikasi di ponsel untuk menyetujui pembelian. Demikian pula jika kamu ingin mengunduh transaksi rekening dari komputer, kamu harus menyetujui permohonan ini lewat aplikasi.

Apakah saya bisa menggunakan kartu debit bank Belanda untuk transaksi di negara EU lain?

Jawabannya: sekarang bisa!

Tahun 2016 lalu gue inget banget masih sulit bepergian kemana-mana dengan kartu debit Belanda. Maestro rupanya bukan merchant bank yang populer di negara-negara Uni Eropa lain. Gue jadi harus mendaftar Skrill, sebuah servis prepaid credit card untuk mempermudah transaksi keuangan selama berlibur. Sekarang jaman sudah semakin canggih dan kartu Belanda jadi semakin diterima di negara-negara lain. Termasuk negara EU yang mata uangnya bukan Euro seperti Denmark dan Rumania.

Walaupun begitu, sebelum pergi jalan-jalan, sebaiknya kamu riset dulu tentang transaksi kartu di negara tersebut. Contohnya, Jerman dan Prancis masih mengutamakan transaksi menggunakan uang kertas dan koin. Namun, jika kamu pergi ke Denmark, semua orang disana lebih senang menggunakan kartu, bahkan mesin transaksi kartu debit bisa ditemukan sampai ke toko-toko kecil.

Tentang bank online

Seperti yang sudah gue sebutkan di atas, beberapa tahun belakangan mulai banyak bank online yang beroperasi di Belanda seperti Bunq dan N26. Bank seperti ini biasanya turunan bank yang beroperasi dari negara Uni Eropa yang lain. Kamu bisa bertransaksi dimana-mana selayaknya punya kartu debit dari bank Belanda, namun semua dilakukan via online. Bisa juga minta kartu fisik dengan harga tertentu dan kartu fisiknya dikirim ke rumah.

Gue sih belum punya pengalaman dengan bank seperti ini. Walaupun gitu, sepertinya bank online ini wajib coba jika kamu ingin punya kartu kredit karena biaya tahunan mereka yang lebih murah daripada biaya tahunan kartu kredit keluaran bank konvensional Belanda.

Gue memang ngga punya kartu bank online, tapi gue punya akun dan kartu Wise. Untuk yang nggak tahu, Wise ini adalah perusahaan online dengan servis jasa pengiriman uang yang relatif lebih murah daripada pengiriman lewat bank konvensional. Mereka juga punya prepaid debit card yang bisa diisi dengan saldo dari bank utama kita, baik itu pakai valuta Euro atau valuta negara lain. Punya kartu Wise ini cocok sekali kalau kamu senang bepergian keluar Uni Eropa.

Poin-poin remeh temeh lain yang penting diperhatikan

Untuk menutup tulisan ini, gue akan menuliskan beberapa poin lain yang mungkin kesannya remeh banget, tapi penting untuk diketahui agar kalian nggak kaget dengan sistem perbankan di Belanda. Mungkin hal-hal ini sudah ada di Indonesia juga, tapi ngga ada salahnya untuk kita ulas sedikit untuk mencegah gegar budaya.

  • Belanda adalah masyarakat debit. Kartu kredit juga ada, tapi biasanya dipakai untuk pembelian tiket pesawat atau tanda jadi pemesanan hotel. Jadi, disini kartu kredit tuh nggak terlalu penting. Selain itu, lupakan promo-promo yang menggunakan kartu kredit tertentu, karena disini ngga ada hal seperti demikian.
  • Mau setor uang cash ke rekening bank? Di Belanda, setor uang kontan ke rekening sifatnya gratis tapi hanya untuk beberapa transaksi awal. Jika melebihi batas, akan kena biaya dari bank. Besar biaya dan berapa kali bisa setor uang gratis bisa dicek sendiri di bank yang kamu pilih.
  • Satu fitur perbankan di Belanda yang bisa dibilang unik dan ngga ada di negara lain adalah fitur payment request. Misalnya kita nongkrong bersama teman untuk makan bareng lalu kita nalangin makanan temen kita itu. Setelah nongkrong, kita bisa minta dia untuk bayar makanannya lewat fitur payment request ini. Permintaan bisa dikirim via SMS atau aplikasi chat dan si teman bisa langsung klik dan bayar nominal sesuai yang kamu tagih.
  • Beberapa bill bisa di-set dengan melakukan automatic deduction ke rekening bank kita, seperti tagihan asuransi kesehatan, streaming, atau hipotek rumah. Jadi ngga perlu harus ingat tiap bulan untuk bayar tagihan tersebut. Cukup tentukan tanggal penarikan uang secara otomatis and you’re set. Jika penarikan otomatis tidak bisa dilakukan karena suatu dan lain hal (misal: saldo tidak cukup), maka bank akan coba lagi beberapa hari kemudian.
  • Di beberapa kota besar Belanda, mencari ATM sudah agak sulit. Ini dikarenakan semakin banyak orang yang melakukan pembayaran cashless. Beberapa tahun lalu, bank-bank besar di Belanda menyatukan sistem ATM mereka dalam satu nama: Geldmaat. ATM-nya berwarna kuning dan tersedia di banyak tempat di pusat kota maupun winkelcentrum per daerah.
Seperti ini penampilan ATM Geldmaat, dengan warna kuning gonjreng mudah dikenali di pusat perbelanjaan sibuk.

6 komentar pada “Mengurus Rekening Bank di Belanda”

  1. Baca Rabobank jadi inget skandal hahaha.

    Disini aku juga punya tuh bank online namanya Lunar, ga tau sama apa enggak, tapi karena sekarang hampir semua toko disini terima applepay, jadi ngga masalah ga punya kartu fisik juga, aku belanja juga sekarang 90% pake mobilepay kalau ngga apple pay. Udah jarang banget ngeluarin kartu fisik dari dompet (bahayanya sampe kadang lupa PIN, karena dah biasa bip langsung ke mesin).

    Suka

    1. Skandal apaan mbak? Disini masih separo2 yang terima apple pay, karena hampir semua bank disini sekarang udah bisa NFC payment dari aplikasi ponsel masing2. Aku masih pake kartu fisik karena biar ngga lupa PIN, hahaha…

      Suka

      1. Disini rata2 bank pake uniformed app atau apple pay jadi ga ribet kudu pake app masing2 sih Crys. Klo di Indonesia kan ada gopay, ovo lah jadi ribet haha

        Coba google Rabobank scandal, soalnya banyak dan macem2. Mereka jg lepas sponsor di Tour de France karena menurut mereka banyak yg pake doping. Jadi sering aja kedengeran nama Rabobank dalam konotasi negatif 😅

        Suka

      2. Nah iya gopay, ovo, dana itu ga ada disini. Maksudku, pada pake pembayaran bank sendiri2 dari aplikasi banking masing2, jadi ga ada uniformed app gitu. Kayak payment request gitu misalnya bisa dikirim lintas bank tanpa biaya, palingan kalo beda bank uangnya dikirim dalam waktu sehari.

        Suka

      3. Iya maksudku cuman example Crys, kaya klo di Indonesia kan macem2, ga uniform gitu. Klo disini lebih uniform sih, klo ga mobilepay ya applepay, jadi bank2 ga bikin app masing2 (kecuali memang untuk cek akun dan urusan banking masing2 ya). Menarik ya beda banget antar negara eropa.

        Suka

      4. Kayak bank aku (ING) tu mobile card-nya ada di dalam aplikasi ING-nya. Kalau mau bayar tinggal deketin ponsel aja ke terminal, terus konfirmasi pake fingerprint atau face ID, beres deh. Kalo di Indonesia denger2 sekarang banyak pembayaran pakai QR code. Aku malah ngerasa QR code itu kurang aman dibanding komunikasi NFC.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.